Di kantornya, New York. Ardan meradang. Bukan karena kehilangan ratusan juta dolar akibat saham yang kemarin dibelinya kini anjlok tapi Ardan baru saja mendengar informasi dari anak buahnya kalau kedekatan Putra dan Stevanie kini semakin mengkhawatirkan. "Tidak bisa, dia harus menjadi milikku. Dengan demikan baru bisa membalaskan dendam ini pada keluarga Nugroho, terutama Adam." ujar Ardan dengan geram. "Segera siapkan jet pribadiku untuk ke Jakarta malam ini." perintahnya. Sementara itu, di kediaman Wijaya, Flo dan Anna tengah berusaha membujuk kakaknya untuk dapat memberikan uang padanya. "Ayolah Anita, masa uang segitu saja kamu tidak punya?" "Benar tan, aku..aku benar benar sudah tidak ada jalan lagi. Mereka memberikan waktu hanya sampai minggu ini saja." tambah Anna dengan sua

