Ardan mengreyitkan dahinya ketika melihat layar ponsel tertera nama Surya disana. Sungguh sebuah kebetulan, baru saja ia berencana untuk menghubungi pria itu "Yes, Om Surya." sapanya. "Bisa kita bertemu Dan?" "Mengenai masalah apa Om?" "Anna." "Ohh..baiklah. Kapan dan dimana?" "Aku ingin bertemu dengannya secepat mungkin." Ardan terdiam, otaknya tengah berputar mencoba mengingat kapan ia pernah mengatakaan pada Surya bahwa Anna berada ditangannya. "Tidak perlu kau katakan, aku yakin jika kau tahu dimana keponakanku yang tidak tahu diuntung itu berada." ucap Surya seakan dapat membaca pikiran Ardan. "Erggg....baiklah." Ia tidak bisa mengelak, "Satu jam lagi aku akan menjemput Om di lobby kantor." sambungnya. "Baiklah, kutunggu." Lalu sambungan telepon pun diputuskan oleh Surya den

