31. Datang

1169 Kata

Sudah dua hari kepergian Pandu ke Surabaya, suaminya itu selalu rutin meneleponnya bahkan sampai lima kali sehari. Melebihi meminum obat dia menelepon Aisyah dengan alasan merindukan istrinya yang cantik itu, Aisyah sih tidak akan mungkin kan menolak panggilan Pandu? Karena jujur dia sedikit merasa kehilangan sosok Pandu yang suka narsis itu. Ah perasaan Aisyah kini bercampur aduk, sebenarnya entah apa yang sedang dia pikirkan. Terkadang dia bisa senyum-senyum sendiri setelah menerima telepon dari Pandu, bahkan pesan panjang dari suaminya itu berhasil menerbitkan senyum cerah di wajahnya. Apakah dia sudah jatuh cinta pada Pandu? Entahlah dia masih meraba-raba hatinya untuk mencari jawaban. "Mbak, kok ngelamun sambil senyum-senyum? Hayo mikirin apa? Pasti mikirin Kak Pandu ya?" Tiba-tiba N

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN