Setting waktu cerita ini adalah ketika Igo masih SMP ya teman. Ini adalah flash back bagaimana Igo bisa bekerja menjadi seorang informan. Selamat menikmati. *** Kombespol Adam Prasetya duduk di depan meja kerja sambil menghela napas. Di hadapannya duduklah seorang pemuda pendek, item dan dekil yang masih mengenakan seraga putih biru. Penampilan pemuda itu benar-benar "WOW." Rambutnya yang berwarna merah acak-acakan, mata dan hidungnya memar, ada beberapa luka gores di wajahnya dan darah segar yang menetes di sudut bibirnya. "Mau sampai kapan kamu begini terus?" tegur Adam. Igo tidak menjawab, dia hanya menunduk. "Ini sudah yang kesepuluh kalinya! Kemarin anak buahku membawamu membawamu ke sini, sekarang kamu di sini lagi. Apa setiap hari kamu menghajar siapa saja yang kautemui di jala

