Shita dan Igo memasuki kelas X IPA 5 yang telah hampir penuh oleh manusia. Wulan duduk di bangku nomor tiga dari depan di dekat jendela. Wajahnya memandang keluar jendela. Saat Shita memanggil namanya, gadis itu menoleh dan melengkungkan bibir. Senyuman yang sangat manis sekali menggetarkan hati seorang Casanova. Ternyata rembulan tak hanya cantik dilihat saat malam. "Gawat! Ini gara-gara mimpiku tadi pagi! Nggak tahan, adikku mau berdiri terus!" keluh Igo sambil menutupi matanya agar tak dapat melihat wajah Wulan. "Memangnya kamu punya adik?" tanya Shita yang untungnya rada lemot. "Ya, gitu deh!" Igo kabur ke bangku paling pojok belakang. Itu adalah satu-satu bangku kosong yang bisa ditempatinya, gara-gara membolos di hari pertama masuk sekolah. Shita mengangkat bahu melihat tindakan

