Keduanya memang tidak memiliki hubungan seperti kebanyakan orang di luaran sana. Sejauh ini mereka hanya berteman, walau semua perhatian yang diberikan pada masing-masingnya melebihi perhatian pada pertemanan pada umumnya. Fatah mengambil paper bag yang ia letakkan di atas nakas tadi pada Syakilla yang langsung menyambutnya dengan senyuman hangat. Syakilla melihat isi di dalam paper bag yang diberikan oleh Fatah untuknya, di dalamnya terdapat sebuah kotak bludru hitam. “Buat Noura?” tanya Syakilla dengan mata berbinar saat melihat seuntai kalung dengan liontin kunci bertahtakan berlian di dalam kotak bludru. “Iya, Sayang. Buat kamu,” ucap Fatah mengambil kalung dari dalam kotak. Dengan pasti ia memasangkannya di leher jenjang Syakilla yang terekspose. “Thanks, Bang, it’s so beautiful,”

