Bab 14

1182 Kata

Debaran di jantung masih belum stabil setelah ungkapan cinta dari Syakilla saat di kamar tadi. Ia begitu bahagia karena pada akhirnya perasaannya berbalas, begitu hebatnya pesona seorang Syakilla pada dirinya. Fatih sama sekali tidak melepaskan tautan jari-jemarinya dari sang istri ketika menuruni tangga. Sorak soray keluarga mereka yang sejak tadi terdengar untuk menggoda pasangan pengantin baru itu pun tidak terlalu ditanggapi olehnya dan Syakilla. Lelaki tampan itu mengecup puncak kepala Syakilla ketika menyadari bahwa kini wajah sang istri bersemu merah karena malu. Tak pelak perlakuan Fatih tadi semakin membuat Syakilla tersipu malu dan menundukkan wajahnya. “Terima kasih, Sayang...” bisik Fatih pelan di atas kepala istrinya. Mereka kini telah berbaur dengan semua keluarga dan keraba

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN