Fatih mengerjapkan matanya sesaat sebelum bangun dan melihat istrinya masih tidur pulas dalam pelukannya. Istri. Satu kata yang ia ucapkan dalam hati tapi mampu membuat pipi putihnya bersemu merah. Mereka memang baru tidur jam 5 tadi, usai solat subuh. Fatih mengecupi puncak kepala Syakilla dengan penuh sayang, hingga ia merasakan tubuh istrinya sedikit bergerak. Syakilla merasa ada yang mengecup kepalanya, tidurnya sudah tidak nyenyak lagi. Ia menggerakkan tubuh dan merasakan pelukan erat Fatih pada tubuhnya. Seketika itu juga wajahnya berubah menjadi merah karena malu. Mengingat apa yang mereka lakukan semalam, seakan rasa lelah dari kemarin pagi hilang. Berganti dengan kemesraan mereka semalam suntuk sampai mendekati waktu subuh. Bahkan setelahnya Syakilla tidak mengizinkan Fatih tidu

