Dua minggu terakhir ini adalah hari yang membahagiakan bagi Sagara, bagaimana tidak, Jena menjalankan kewajibannya sebagai istri tanpa ia ketahui. Mungkin itu memenuhi kebutuhan biologis Sagara dan menimbulkan hormon serotonin yang meningkat. Akibatnya, wajah Sagara yang terkenal datar selama ini berubah menjadi sedikit lebih baik dengan senyuman yang kadang-kadang menghiasi wajahnya. Meski tetap saja, terkadang amukannya saat ada kesalahan tetap saja menakutkan, tapi tentu saja itu lebih baik. Ya, mungkin saja itu hanya berlaku bagi Sagara. Entah apa yang akan dilakukan Jena jika ia tahu nasibnya yang sudah terdaftar sebagai istri sah Sagara di mata hukum. Mengingat itu Sagara menjadi meringis kecil. Ia segera mengenyahkan pikiran itu dan tak mau membayangkan itu terlebih dahulu saat i

