Jena terduduk di kursi roda, operasinya baru selesai satu hari yang lalu, tapi wanita itu rasanya tidak betah di rumah sakit. Ia merengek pulang dengan Sagara setiap jam. Permintaan Jena memang tidak bisa ditolak, Sagara mengiyakan dan membuat janji dengan perawat rumah agar bisa merawat wanita yang sudah sah menjadi istrinya itu di rumah. Apapun yang diperlukan, Sagara mencoba untuk memenuhinya. Walaupun tidak hari ini bisa terlaksana, setidaknya Sagara sudah berusaha memenuhinya. Itulah kenapa mereka kini sudah menyusuri lorong untuk menuju unit apartemen mereka. Ketika memasuki pintu apartemen, Jena menghirup nafas dalam. Senyum mengembang dari bibirnya. Ia sangat senang bisa terlepas dari bau obat-obatan yang sangat mengganggu indera penciumannya. “Malam ini beristirahatlah di kam

