Rooftop Chit Chat

1695 Kata

Aku memelotot mendengar kalimat yang ia lontarkan dengan entengnya. Pak Ian terkekeh, menanggapinya dengan ekspresi tak percaya. "Kalau nggak ada lagi yang bisa dibicarakan baik-baik, saya pergi." Ilalang menarik tanganku, memintaku mengikutinya pergi tanpa menunggu reaksi lain dari ayahnya. Aku menoleh, memandang Pak Ian yang masih tertawa. Begitu sampai di depan restoran, aku menarik tangan dari genggamannya. "Lo gila, ya?" semburku tanpa basa-basi. "Nggak usah bawa-bawa gue ke drama keluarga lo, dong." Aku menepikan poni ke samping, melipat tangan di depan d**a, memilih menatap ke tempat lain. "Lo nggak mau nikah sama gue?" Aku memandangnya. "Nggak." "Kenapa?" "Gue nggak suka bercandaan kayak begitu. Apalagi lo manfaatin gue buat dapatin apa yang lo mau. Lagian, orang waras mana

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN