Busway

1452 Kata

Aku masih mengatur napas di pinggir jalan, duduk di bangku panjang dekat penjual makanan, sementara keadaan yang tadinya genting berangsur membaik. Menoleh ke samping, kulihat Ilalang yang menahan ponsel dan mencatat di notes untuk mewawancarai beberapa warga yang menjadi saksi mata, juga polisi. Ia menggantikan tugasku mewawancarai mereka dengan memintaku berdiam diri di sini. Kuhirup udara dalam-dalam. Ilalang datang setelah mendapatkan narasumber dan menyodorkan notes beserta ponselku. Ia mencebikkan bibir saat melihat wallpaper-ku yang bergambar Jungkook, tapi tak berkomentar. "Makasih," kataku sambil menerima notes dan ponsel, lalu memasukkannya ke ransel. "Kenapa lo nggak ngomong ke atasan lo sih kalau lo punya trauma sama darah orang? Coba bayangin kalau lo tadi pingsan." Ia mend

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN