Setelah sarapan, Danica memutuskan masuk ke kamar saja. Berpikir untuk bersikap seperti kesehariannya jika pulang, yaitu berkutat dengan bacaan dan tulisan. Biasanya juga ia akan menghubungi beberapa teman, kemudian melakukan pertemuan, atau jalan-jalan sendiri, sekedar untuk menikmati suasana kota tanpa gangguan. Di kamar tamunya, Danica bertekad untuk melanjutkan tulisannya. Agak lucu situasinya. Danica harus tidur dan bekerja di kamar tamu, di rumahnya sendiri. Sedangkan si tamu justru tidur di kamarnya. Entah apa saja yang diam-diam dilakukan Agasta di kamarnya. Danica akan memeriksanya nanti saat Agasta tidak ada. Ada dua kursi anyaman rotan yang saling berhadapan dengan dibatasi oleh meja bulat dari kayu mahoni yang diplitur hitam gelap. Tinggi kursi dan meja hanyalah sebatas lutut

