Kartika sebenarnya ingin mengacuhkan begitu saja ucapan Yani dan kak Raja tadi, tapi entah mengapa dia menjadi sangat memikirkannya sampai gelisah hingga tidak bisa tertidur. Kartika duduk di karpet ruang tengah, sungguh menantikan kabar dari Alva malam ini. Kartika merasa begitu kesepian bercampur cemas dan gelisah, karena anak-anak sudah tertidur dan Alva bagai menghilang. "Mengapa malam ini dia tidak menghubungiku ataupun mengirimkan pesan? Bukankah sejak sore seharusnya dia sudah tidak ada jadwal pertemuan lagi? Apakah dia sungguh akan mencari wanita disana untuk menemaninya sepanjang malam ini?" Pikiran Kartika mulai membuat asumsi sendiri. Airmata mulai mengalir di pipinya, dia melihat ke bagian dadanya dan banyak bekas kissmark Alva disana, dia mengusap tanda merah itu, dan hatiny

