Kartika terus cemas menunggu di depan ruangan IGD bersama Alva. "Tenanglah, Yani pasti akan baik-baik saja, ujung shower yang tajam itu tidak tepat mengenai pergelangan tangannya tetapi di bagian lengannya, dekat daerah nadinya tapi tidak memutus nadinya, hanya dagingnya teriris cukup dalam hingga darahnya banyak." Ucap Alva menenangkan Kartika. Kartika menghela napas panjang, mencoba tenang seperti ucapan Alva. "Apa kita perlu mengabari kak Raja?" Tanya Kartika. "Kalau kamu ingin membuat Yani mati secepatnya, silahkan saja hubungi Raja. Menurutmu, bagaimana jika kamu berada di posisi Yani saat ini? Apakah kamu mau menemui Raja?!" Sahut Alva dengan sinis. Kartika hanya diam saja dan menghela napas panjang, paham dengan ucapan Alva. Mereka hanya diam menunggu tindakan dokter terhadap Y

