CHAPTER 43

1182 Kata

Rafael mendengar teriakan mate-nya melalui telepati mereka. Dan seketika itu juga ia merasa jantungnya berhenti berdetak selama sepersekian detik, sebelum detakannya berubah menjadi gemuruh hebat. Beberapa detik kemudian, rasa panik menyerangnya melalui segala arah. Benaknya terasa berputar-putar dan tubuhnya gemetar hebat. "Belle," bisiknya penuh ketakutan. Dan dengan kesadaran yang belum sepenuhnya kembali, Rafael berlari secepat yang bisa dicapainya, dengan tangan melingkar erat pada tubuh putra kecilnya. Rafael tidak berpikir ketika melakukannya. Insting menuntunnya mencari aroma Isabelle. Entah berapa lama waktu yang ditempuhnya, Rafael tidak tahu. Yang ia tahu pasti, jarak yang ia tempuh terasa berkilo-kilo meter jauhnya. Rafael menerobos toilet tanpa mempedulikan bahwa ia telah

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN