CHAPTER 45

1377 Kata

Isabelle tidak tahu kapan ia tertidur. Tapi yang pasti ia terbangun saat kamar itu sudah terang. Lampunya menyala. Dengan refleks ia menutup mata sebelum berani membukanya kembali. Saat terdengar bisik-bisik dari salah satu sisi kamar, Isabelle langsung merasa panik. Matanya terbuka lebar, tidak peduli betapa tidak nyaman cahaya yang masuk dalam rentina matanya. Pandangannya menyapu seluruh kamar, dan ia menemukan dua orang di sana. Laki-laki dan perempuan. Mereka juga balas menatapnya dengan waspada. Dan juga rasa penasaran. "Dia sudah bangun," bisik perempuan berambut hitam sebahu dengan mata coklat yang berkilat-kilat. Tatapannya terpaku pada Isabelle. Hampir tanpa berkedip. Selama beberapa detik yang terasa cukup lama, Isabelle juga memandangnya dan menyadari perempuan itu cantik ba

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN