Alas tidur yang nyaman membuat Isabelle meringkuk semakin dalam, bergelung dalam kehangatan selimut tebalnya. Ketika ia kembali mengingat apa yang terjadi sebelumnya, Isabelle mengerjapkan matanya mengamati ruangan itu. "Sudah malam?" gumamnya pada diri sendiri saat melihat tirai jendela yang telah ditutup dengan lampu kamar yang sudah dinyalakan, walaupun sinarnya redup. Isabelle sedikit bingung saat menyadari bahwa ia berada di kamar Rafael, bukan kamarnya sendiri. "Di mana dia?" tanya Isabelle sambil meraih ponselnya yang berada di nakas samping tempat tidur. Jam dinding menunjukkan waktu sudah pukul sebelas lebih lima menit. Seharusnya suaminya juga sudah tidur. Isabelle memutuskan untuk bangun, dan mencari Rafael di ruang kerjanya setelah memeriksa kamar Caleb dan menemukan bahwa

