Setelah mengantarkan Reyna ke kamarnya, Reynand memilih untuk duduk terlebih dulu di sofa, sebenarnya perasaan dia sedari tak enak. Namun, ia menahan untuk tidak mengatakan pada teman-temannya. Ia tak ingin merusak suasana ini, yang hanya bisa ia lakukan hanyalah berdoa. Ia juga masih memikirkan soal Revan yang tiba-tiba saja menelpon Reyna dan menanyakan keadaannya, Reynand sangat peka dengan gerak-gerik dan gelagat seseorang. Tak ada angin tak ada hujan, Revan berkata seperti itu, nadanya seperti khawatir dengan Reyna. Apalagi coba, kalau tak ada sesuatu kan? Reynand menghela nafas kasarnya, ia menatap jajaran koper didekat koper nya, sengaja belum di masukkan ke dalam kamar. Menunggu besok saja, mereka hanya membawa barang berharga di dalam tas. Seperti dompet dan handphone. "Ngapain

