"Reyna!" teriak seorang wanita dari arah belakang. Refleks saja Reyna menghentikan langkah kakinya dan berbalik arah untuk melihat siapa orang yang memanggilnya walau ia sudah yakin jika yang memanggilnya adalah salah satu dari sahabatnya. "Kenapa?" tanya Reyna mengeryitkan kening karena bingung kala Felli berlari kearahnya dengan nafas yang tak beraturan. "Siska Rey..." Felli mengucapkan dengan kata panik Reyna semakin mengerutkan keningnya kala Felli menggantungkan ucapannya. "Siska kenapa?" tanya Reyna. "Siska lagi nangis di ruangannya, samperin yuk. Mungkin ada masalah sama Angga." ujar Felli. Sontak saja, Reyna membulatkan matanya. "Nangis? Tadi baik-baik aja." "Makannya kita samperin aja, yuk." ajak Felli, membuat Reyna mengangguk. Mereka berdua berjalan berdampingan untuk sa

