Reyna mengerjap-ngerjapkan matanya beberapa kali, sebelum benar-benar membuka matanya. Dia melirik ke kanan dan ke kiri sebelum dirinya mengulum senyum kala melihat orang yang paling istimewa di hatinya berada tepat di samping tubuhnya yang tengah berbaring sembari menggenggam tangannya. "Alhamdulillah." ujar Reynand, lalu tersenyum manis ke arah Reyna. Dikecupnya tangan Reyna beberapa kali, dengan lembut. Reyna terkekeh geli, melihat kelakuan Reynand seperti itu padanya. Dia melirik ke arah lain, dan menemukan kakaknya-Revin yang tengah bersedekap d**a. Matanya mendelik tak suka, dan terakhir menatap Reyna dengan sinis. Reyna yang ditatap seperti itu meringis, ia yakin Revin marah besar padanya. Tapi, jika malam tadi Reyna tak berangkat, maka itu artinya dia dan Revin juga dalam bahaya.

