14. Sebuah Komitmen

1701 Kata

Aku terbangun dari tidur ku yang nyenyak karena tendangan kuat dari seseorang. Sudah ku duga sebelumnya bahwa tendangan itu berasal dari kaki Felli. Huft, anak ini jika tidur memang ajaib sekali. Kakinya kemana-mana, tidak peduli dengan orang yang berada disekitarnya. Padahal kan ditengah-tengah kita ada Siska, dia juga tak kalah ajaib nya. Meskipun sudah di jadikan guling oleh Felli dia masih saja dapat tertidur dengan nyenyaknya. Aku berjalan ke arah sakral lampu, lalu menyalakannya hingga ruangan ini menjadi terang. Aku segera masuk ke kamar mandi sekedar mencuci muka dan menggosok gigi. Saat aku keluar dari kamar, jam sudah menunjukkan pukul lima pagi. Aku berinisiatif untuk keluar kamar saja ingin melihat para lelaki apakah sudah terbangun atau belum, jujur mataku masih mengant

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN