Jam sudah menunjukkan pukul sepuluh malam. Baru beberapa jam tertidur, Felli sudah terbangun kembali. Dia mengerjap-ngerjapkan matanya, sambil melihat ke sekeliling ruangan. Rupanya daddy nya sudah pulang, dan benar-benar meninggalkan dirinya yang tengah terbaring sakit. Bagi Felli, Masta tak membencinya karena perihal waktu itu pun membuat Felli mengucapkan kata syukur berkali-kali. Felli bangun dari tidurnya dan duduk dengan hati-hati, setelahnya bersandar di kepala brankar. "Bangun lo?" tanya Reynand, karena yang pertama kali menyadari kalau Felli sudah bangun adalah dia. Felli mengangguk membenarkan, lalu memposisikan duduknya agar terasa nyaman. "Biar gue tebak lo bangun pasti laper, kan?" tanya Reyna penuh selidik dalam keadaan kepalanya masih bersandar pada d**a bidang Reynand. Se

