Pagi-pagi sekali, Kalani telah sibuk di dapur. Badannya memang terasa masih pegal, terutama tumitnya, namun Kalani ingin menyiapkan sarapan untuk keluarga barunya. Dia tidak mengindahkan ucapan Bhumi yang memintanya beristirahat. Kalani telah mempelajari isi dapur Bhumi. "Tante?" Kalani yang sedang mengaduk sup menoleh. Dia tersenyum melihat Faya di dekat kakinya. Rambut Faya berantakan dan mukanya kusut. Tangan Faya memeluk boneka berbentuk sapi. "Faya udah bangun?" "Iya, tadi Faya mau pipis," ucap Faya sambil menguap. "Faya kalau masih ngantuk tidur lagi aja. Hari ini kan Faya libur, udah diizinin sama ayah." Faya menggeleng. "Tante lagi masak?" "Iya, Tante masak sup senerek sama goreng ayam. Nanti Faya makan, ya? Terus Faya kasih tahu Tante rasa masakannya gimana." "Tapi ay

