Sebuah mobil hitam mengkilap memasuki pekarangan gedung pencakar langit Santoso Property, keluar seorang pria paruh baya dari dalam mobil itu dengan gurat wajah yang sangat tidak bersahabat sekali. “Tuan!” “Kau tidak mengenalku?” Arman Santoso menatap sengit sang receptionist yang berusaha menghentikan langkahnya “Maaf tuan, tapi ini perintah dari tuan Arkian” gadis itu memberanikan diri untuk menjelaskan kalau itu adalah bagian dari pekerjaannya Dengan pantas Arman menarik keluar pistol peredam suara dari balik jas mahalnya lalu menodongkan senjata itu tepat pada pelipis gadis yang berusaha menghalangi langkahnya “Apakah kau sudah tidak sayang dengan nyawamu?” tanya Arman dengan kesal dan wajahnya sudah merah padam menahan marah. “Ma-ma-maaf tuan” ucap gadis itu terbata bata. Wajahn

