"Kau ...?" Panggilku spontan. "Apa kabar, lama tak bertemu denganmu, Mbak Alina?" Ia menyapaku sambil mengulurkan tangannya. **** Aku masih memandangnya, mencoba kembali mengingat. Wajah itu terasa sangat familiar untukku. "Kau kan ..." "Lupa ya, Mbak?" "Tadinya sempat lupa karena sudah lama nggak bertemu. Sekarang aku ingat. Kau Desi kan. Tetangga kontrakanku dulu?" Tanyaku untuk meyakinkan diri. "Benar Mbak. Aku Desi, orang yang mbak tolong dulu. Alhamdulillah, jika mbak masih ingat padaku. Rasanya nggak percaya bisa ketemu dengan Mbak Alina di sini," ucapnya. Aku mengangguk pelan. Aku memang mengenalinya. Desi, wanita yang dulu kutolong bersama Mas Reyhan dari pukulan suaminya, tiga tahun lalu. "Alhamdullillah kabarku baik. Kau sendiri bagaimana kabarmu?" "Baik mbak, aku semp

