"Kau ingin tahu?" "Baiklah, akan kukatakan. Kesalahan adikmu itu adalah karena ia memiliki semua hal yang tidak kumiliki. Hidup adikmu itu terlalu sempurna untukku, apa alasan itu sudah cukup membuatmu puas, Mas?" Jawab Kania enteng dengan mata membulat besar. *** Apa yang baru saja Kania katakan? Hidup Jeni terlihat sempurna baginya? Sungguh, aku hampir tak ingin mempercayai dengan apa yang baru saja kudengar. Benarkah itu? Jika itu benar alasannya, berarti selama itu Kania menyimpan rasa iri dan dengkinya terhadap Jeni? Apakah karena merasa kehidupan Jeni jauh lebih baik darinya, hingga ia bisa bertindak sejahat itu? Bagiku hal ini sungguh aneh, bukankah hidup Kania selama ini sudah nyaris sempurna? Aku yakin tak ada wanita yang menolak semua kelebihan yang dimiliki Kania. Para ga

