“Temukan aku, aku ingin kamu bertanggung jawab atas semuanya! Dari kecil, aku tidak pernah merasa bahagia! Aku selalu menderita, aku ingin kamu mengalami hal yang sama juga!” teriak makhluk itu menggema di ruang tengah rumah Ashila. Angin seperti mendukung, ia bertiup dengan sangat kencangnya, hingga mampu membuat pintu dan jendela terbuka lebar. Sedangkan Romy dan keluarganya yang lain hanya mampu menyilangkan kedua tangannya di depan wajah, lagi-lagi hantu anak kecil itu mengganggu kedua keluarga itu. “Aku ingin kamu mati!” Makhluk itu berjalan semakin mendekat ke arah Romy, dengan kedua tangan terjulur ke depan. Ada dendam yang harus terbalaskan. “Jangan Grace, ini papah kamu!” teriak Risma, mampu membuat Ashila menoleh ke arah mamahnya. Aneh, kenapa mamahnya mengetahui siapa makhlu

