Siang itu cuaca terasa panas dan menyengat. Elin sudah tak ada kuliah lagi setelah ini, jadilah dia memilih untuk duduk di taman belakang kampus sembari menikmati cappuchino cincau yang tadi dia beli di kantin jurusannya. Sebenarnya tujuan Elin berada di taman itu tak lain dan tak bukan hanya untuk bertemu Daniel. Sudah hampir dua minggu ini gadis itu tak bertemu dengan Daniel. Elin meraih obatnya yang ada di dalam tas dan mengeluarkan dua butir sekaligus. Saat hendak meminumnya, mata Elin menajam saat dirinya melihat Daniel dan Icha yang baru saja keluar dari mobil Daniel. Mereka saling bercanda dan saling rangkul. Elin seketika memejamkan matanya saat merasakan sesak itu muncul kembali. “apa mereka pacaran?” tanya Elin yang tak bisa dijawab siapapun. Keberadaan Elin yang sedang duduk

