Belum juga sampai di apartemen Sandra, Abram sudah mencium Sandra di lorong apartemen yang memang waktu itu sedang sepi. Dengan kewarasan yang masih tertinggal sedikit setelah dibabat habis oleh gairah, Sandra menjauhkan diri dari Abram untuk mencari kartu aksesnya dan membukanya, tapi Abram sepertinya sudah sangat tidak sabaran karena masih saja berusaha mencuri ciuman di wajah Sandra hingga dia kesusahan membuka pintu. ”Aduh!” Abram mengaduh setelah merasakan kakinya diinjak oleh ujung hak dari alas kaki yang Sandra gunakan. ”Yang sabar dong, pak!” Sandra menabok pipi Abram agar pria itu sadar. Abram cuma menghela nafas dan mengarahkan pandangannya ke arah lain agar tidak terpaku pada Sandra atau dia akan terus menciumi wanita itu dan dihadiahi injakan di kaki lagi. Mereka k

