Sandra berlari dengan tergesa untuk menghampiri pintu rumah Jane yang bercat putih. Dia mengetuk pintu beberapa kali dengan tidak sabar, sementara di belakangnya Abram berjalan menyusul sambil geleng-geleng kepala melihat tingkah Sandra yang kadang sangat ceroboh dan masih seperti anak kecil, tadi sampai terjedot pintu mobil yang belum dibuka lebar lalu hampir tersandung kakinya sendiri saat berlari, untung tidak jatuh karena posisi Abram jelas tidak bisa menggapai Sandra yang ada di sisi mobil lainnya. ”SANDRAA!!” ”JANEEE!!” Jeritan tiba-tiba terdengar setelah pintu terbuka. Lalu setelahnya terdengar suara pekikan memanggil nama Sandra dari anak kecil. ”ANTEE!!” Abram yang baru saja tiba di sisi Sandra melihat anak dari temannya, Satya yang bernama Panji sedang mengulu

