Setelah berpamitan Ayunda benar-benar beranjak untuk pergi ke kamarnya, kamar di lantai satu yang memang sudah biasa dia gunakan untuk istirahatnya. Saat di dalam kamar itu barulah dia sadar dialah yang sering meninggali kamar itu sedangkan suaminya lebih sering meninggali kamar mereka yang ada di lantai dua. Sedangkan untuk tamunya dalam artian adik dan adik iparnya tadi akan mengingap di kamar tamu yang juag ada di lantai satu. “Semua akan baik-baik saja,” lirih Ayunda dengan raut khawatir tergambar jelas di wajahnya dengan mata yang tertutup. Dia duduk di ujung kaki ranjang tempat tidur berukuran king size itu, perasaannya gundah, terlalu gatal untuknya mencoba mengajari keponakannya agar merubah kebiasaannya, tapi dia seakan tidak memiliki hak atas itu saat kedua orang tuanya saja me

