Bab 57

1476 Kata

57 Sekar memandangi Bryan yang keluar dari kamar, dengan menggunakan kemeja koko biru, lengkap dengan kopiah dan sarung. Sekar masih terpaku di tempat, ketika Bryan mendekat dan mengajajnya untuk berangkat ke masjid. "Mas, aku masih bingung. Ngapain Mas ikut ke masjid?' tanya Sekar, sesaat setelah mobil yang disopiri Endri, menjauh dari area parkir mansion. "Salatlah. Masa main golf," sahut Bryan. "Jangan bercanda." "Aku serius, Kar." "Mas, kan, bukan muslim." "Aku sekarang muslim." "Ha?" "Kemarin, aku syahadat di masjid besar." "Aku nggak percaya." "Benar, Bu. Aku sama Chatur saksinya," timpal Angga yang menemani sopir di kursi depan. Sekar terperangah. "Kenapa aku nggak diajak buat jadi saksi?" "Sku sengaja nggak ngasih tahu. Pengen buat kejutan," ungkap Bryan.

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN