Bab 15

1024 Kata

15 Sekar terhenyak, sesaat setelah mendengar penuturan Bryan dari sambungan telepon. Perempuan berbaju sage, menggigit bibir bawah sambil memikirkan permintaan lelaki tersebut. Sementara di seberang sana, sang duda berusaha untuk tetap sabar menunggu jawaban Sekar. Bryan tidak mau memaksakan kehendak dan membiarkan perempuan tersebut memutuskan yang terbaik. "Ehm, gini, Mas. Aku sebetulnya mau ikut jenguk mamanya anak-anak, tapi, tadi Ibu ngulang lagi minta ke Kediri. Akhirnya aku dan semua saudara setuju. Kami berangkat di hari keempat lebaran," terang Sekar. "Ya, nggak apa-apa. Aku cuma nyampein permintaan Karin," balas Bryan. "Gimana kalau aku bantu bujuk Karin, supaya mau ketemu mamanya?" "Boleh." "Besok, jam 9 pagi kutelepon. Mau nyusun kata-kata buat proposal rayuan dulu

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN