Bab 73

1077 Kata

73 Kediaman baru Bryan di Jakarta, sore itu terlihat ramai. Puluhan anggota PG dab PC, datang bersama keluarga masing-masing. Para bocah bermain air dengan riang. Meskipun hanya ada seluncuran, tetapi hal itu sudah membahagiakan buat mereka. Pekikan banyak orang terdengar, ketika Renze berkelahi dengan Alfian, anak Arya, hanya karena memperebutkan seluncuran kecil. Bryan terkekeh menyaksikan tingkah kedua bocah yang saling mendorong dengan semangat. Tidak peduli dilerai Hisyam dan Amir, ajudan Arya, Renze justru maju untuk meninju Alfian. "Astaga! Dua gangster cilik berantem. Seru!" pekik Alvaro, lalu dia tersenyum lebar. "Dimas, gila! Malah disemangatin, bukannya dilerai," sahut Andri seraya menggeleng. "Renze pemanasnya sama dengan Ayah W," ledek Yanuar. "Aku ngakak lih

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN