Bab 17

1064 Kata

17 Matahari belum naik sepenggalah, ketika seunit mobil SUV biru berhenti di depan kediaman Heru. Sang pengemudi menelepon Sekar, yang segera muncul dari pintu depan. Karin dan Lucky segera turun dari mobil, sesaat setelah Sekar membukakan pintu pagar. Kedua bocah tersebut menyalami Sekar, lalu mengikuti langkah perempuan berambut panjang memasuki rumah. Bryan yang ditemani adiknya, menyusul Karin dan Lucky ke ruang tamu. Mereka menyalami Sulistiana, Heru, Atalaric dan Tania, kemudian para tamu dipersilakan duduk. "Sudah sarapan, Mas?" tanya Sekar sambil memandangi pria berkumis tipis di kursi seberang. "Sudah," jawab Bryan. "Maaf, kami datang pagi-pagi. Karin dan Lucky maksa ke sini," jelasnya. "Enggak apa-apa. Kami juga lagi nyantai," terang Sekar. "Mas kapan berangkat ke Band

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN