Bab 20

1132 Kata

20 Sekar nyaris tidak ikut berbincang dengan Bryan dan Utari, yang tengah membahas beberapa proyek di Eropa yang diikuti HKB. Sekar masih kaget, karena Bryan berani memeluknya di depan Utari. Selain merasa malu, Sekar juga kesulitan untuk menenangkan degup jantungnya yang menggila. Kendatipun sudah akrab dengan Bryan sejak lama, tetapi bagi Sekar, kedekatan mereka terasa berbeda, seusai menghabiskan malam bersama di awal Januari tempo hari. "Aku mau ke tempat bakso langganannya Dante. Kalian mau ikut?" tanya Bryan. "Mau!" seru Utari. "Aku ambil tas dulu. Kita ketemu di depan lift," lanjutnya sembari berdiri. Utari mengedipkan mata kirinya pada Sekar yang tengah melamun, kemudian perempuan berambut panjang itu melenggang keluar dari ruang kerja kakaknya. "Yuk!" ajak Bryan semba

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN