Bab 54

1408 Kata

54 Sekar tertegun, sesaat setelah mendengar cerita Bryan, tentang pertemuannya dengan Tarendra, tadi siang. Sekar kaget, ketika Bryan menyebutkan bila Tarendra dan Karl telah mendirikan perusahaan baru, yang berpusat di Kota Adelaide. Perempuan berambut panjang itu mengingat-ingat apa yang pernah dikatakan Tarendra dulu. Yakni, dia ingin memiliki perusahaan sendiri. Sekar tidak menduga jika Tarendra akhirnya bisa mewujudkan impiannya. Bahkan di luar Indonesia. "Aku penasaran. Dia dapat modal dari mana," cakap Sekar. "Kamu yang tahu dia punya harta apa saja," balas Bryan. "Dulu, dia cuma punya mobil dan rumah yang kami tempati. Tapi, renovaai rumah itu sebagian besar aku yang tanggung." "Mulia sekali hatimu." "Jangan meledek. Saat itu aku masih bod-oh. Percaya sama bualan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN