Bagian Dua Dua

1053 Kata

Caca terlihat sangat capek, pikirannya masih memikirkan keberadaan orangtuanya. Caca bangun dan lalu berdiri dari kasur nya. Ia berjalan menuju kamar dimana yang menjadi markas untuk para hacker andalannya. Cklek. "Telpon dia" ucap caca, tak lama kemudian anggota nya langsung menelpon seseorang. Tanpa perlu disebutkan nama, anggota nya mengerti bahwa caca menyuruhnya menelpon musuhnya. "Bawa dia kemari" ucap caca. "Halo nona caca, ada apa menelpon saya. Apa sudah membuat keputusan" ucap nya. "Sudah" ucap caca "Wah akhirnya nona caca menyerah juga" ucapnya "Lu lepasin orang tua gue! Atau gue bunuh orang tersayang dan terpercaya lu" ucap caca dengan nada dingin. "Anda mengancam saya?" Ucap nya "Tidak, saya hanya mengajak pertukaran" ucap caca. "Bawa masuk" ucap caca, tak lama kem

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN