Jujur Pada Daffa

1554 Kata

Untuk apa Mas Bintang menghubungiku sebanyak ini? Merindu kah? atau baru menyesal karena tidak mencegah kepergianku. Tidak, kurasa tidak keduanya. Kuletakkan kembali ponsel ke atas kasur. Tepatnya kubanting. Kesal hatiku. Kutunggu sejak aku keluar dari rumah sakit baru sekarang ia menghubungi. Telat Mas! Sering ponselku berbunyi. Kuambil ponsel tadi dengan posisi masih rebahan. Kumiringkan kepala ke kanan. "Mas Bintang," gumamku pelan. Kubiarkan deringnya berbunyi sampai nada terakhir, panggilan pun berakhir. 'Haruskah kublokir nomornya?' pikirku. Kubuka pesan darinya. {Angkat Ya} "Nggak," ketusku menjawab sendiri. Aku tak membalasnya. {Kamu dimana?} "Bukan urusanmu!" aku bicara sendiri. {Kamu pulang dengan Fajar? Kujemput balik ya?} "Ngapain? sudah telat," jawabku sambil me

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN