Esoknya, pagi di London terasa begitu tenang. Cahaya matahari akhir Maret menyusup lembut melalui celah-celah tirai apartemen Zabran, menari di permukaan lantai kayu yang mengilap, menciptakan kilauan hangat di sudut-sudut ruangan. Apartemen itu tidak luas, tapi cukup nyaman dan tertata rapi, mencerminkan kepribadian mereka yang sederhana namun penuh perhatian pada detail. Ruang tamu dihiasi dengan sofa abu-abu lembut yang dipadukan dengan bantal-bantal kecil berwarna pastel, memberikan kesan modern namun tetap hangat. Di sudut ruangan, rak buku kayu berdiri kokoh, dipenuhi buku-buku favorit Xandra dan Zabran, sebagian tersusun rapi, sebagian lagi bertumpuk sembarangan, seolah menceritakan rutinitas sibuk pemiliknya. Meja kecil di dekat jendela menjadi pusat perhatian pagi itu. Di atasnya

