Bab 15 - Pingsan "Dia, Ya Tuhan," liriknya. "Tidak mungkin, aku yakin jika itu tidak mungkin dia. Oh Tuhan aku tidak percaya," batinnya bersenandika. Kevan menatap heran pada sahabatnya. Lelaki itu malah mematung, kala menatap Arancia terbaring di atas ranjang mewahnya. Kevan mendekati sang sahabat. Lalu menepuk bahunya. "Ada apa Arga, mengapa kau malah mematung di sini! Aku menyuruhmu datang kemari bukan untuk melamun," sarkas Kevan. Bukannya memeriksa Arancia. Lelaki yang di ketahui bernama Arga itu memicingkan matanya. Menatap Kevan dengan penuh selidik. "Siapa wanita itu?! Kenapa dia bisa berada di sini?" tanya Arga heran. "Bukan hakmu bertanya! Cepat periksalah, dan segera pergi dari sini!" tegas Kevan. Arga menggelengkan kepalanya. Batinnya bertanya-tanya, apa sahabatn

