Bab 17 - Kekejaman Kevan Arancia tampak menghela nafasnya, lelah iya namun ia sudah berjanji jika ia akan kuat. Dan juga dirinya akan ikhlas menerima pernikahan ini. Meskipun hanya kesakitan yang ia dapatkan. Dua bulan lebih ia menjalani pernikahan bersama Kevan. Tapi sikap lelaki itu sama sekali belum berubah. Yang ada tambah kejam. Arancia beranjak, ia lebih memilih untuk mengerjakan apa yang di perintah oleh suaminya itu. Namun langkahnya terhenti, kala Arga memanggilnya. "Hei, Nona. Sebaiknya kamu beristirahat. Tubuhmu masih belum fit, di tambah ini masih terlalu pagi. Jangan kamu dengarkan perintah Kevan, utamakan dulu kesehatanmu," tukas Arga. Arancia menatap Arga, mengapa ia harus perduli dengan keadaannya. Sedangkan suaminya sendiri pun sama sekali tidak memperdulikan diri

