"Jangan menangis!" Kalvian tersenyum ke arah Senja sambil mengusap air mata wanita yang semakin tersedu itu. Kalvian mendekap lagi tubuh Senja agar bisa mengurangi rasa sedihnya. Setelah beberapa saat wanita cantik itu mendongak menatap Kalvian degan wajah sedihnya. "Aku harus pergi, kamu jaga diri ya! Hati-hati saat pulang. Aku sudah menyuruh anak buah Papa untuk mengikutimu dari belakang," ucap Kalvian. Senja mengangguk. Lalu Kalvian mendekatkan wajahnya hingga entah keberanian dari mana, Kalvian mengecup bibir Senja, hingga berlanjut ke ciuman yang meneganggakan. Awalnya Senja hanya terdiam kaku. Namun beberapa detik berlalu, semua yang terjadi padanya adalah nyata. 'Maafkan aku sedikit egois,' monolog Senja dalam hati. "Jaga dirimu baik-baik, agar aku bisa tenang di Jakarta!" K

