Rian berdiri di depan rumah Andara, pria paru baya itu sejak dua jam yang lalu masih terdiam memandang pintu di depannya. Dia takut putri kecilnya itu tidak akan memaafkannya, apalagi ia telah melakukan kesalahan dengan menampar putri kesayangannya ia sungguh-sungguh menyesal. Tiba-tiba saja pintu di depannya itu terbuka menampilkan Andara dengan wajah bingungnya, begitu Rian akan berbicara. Andara terlebih dahulu membukakan pintunya agar sang Papa bisa masuk ke dalam rumahnya, Rian memandang putrinya itu dengan perasaan sedih. Andara terlihat begitu kurus saat terakhir ia bertemu. Dulu, saat pernikahan pertamanya belum terbongkar, dia dan Andara selalu mengobrol bahkan bercanda. Andara selalu bercerita soal keadaan sekolahnya, tentang kedua sahabatnya dan ia juga selalu membicarakan mas

