Sesampainya di rumah, tanpa melepaskan seragamnya, Andara berbaring di sofa ruang tamu. Rasanya kepalanya begitu sakit. Sudah beberapa hari ini nasibnya selalu sial. Hubungannya dengan Adrian terbongkar dan sekarang ia di-bully oleh fansnya Vino. Benar-benar sulit di percaya. Seumur-umur dirinya bersekolah, ia tidak pernah mendapat perlakuan kasar seperti ini. Sekalipun ada yang tidak menyukainya, ia tidak pernah di-bully. Ia harus berbicara dengan Vino. Cowok itu harus menjauhinya. Kalau tidak, ia tidak tahu apa yang akan cewek saiko itu lakukan kepadanya lagi. Bukan karena dia takut, tapi karena masalah baru ini akan menghambat semua aktivitasnya. Baru saja ia terlelap, pintu rumahnya di ketuk beberapa kali. Dengan malas Andara bangkit lalu berjalan menuju pintu. Di hadapannya berdiri p

