Dokter Rian menoleh pada dua orang itu. Ternyata mereka juga terlihat terkejut bertemu dengan Elea. “E-Elea?” Benar saja. Wajah mereka berdua begitu tegang berhadapan dengan Elea. Air mata cepat mengucur dari kedua mata Elea. Apalagi dia melihat dengan jelas tangan mereka saling bergandengan. Ini bukan tentang rasa cinta yang masih bersemai. Akan tetapi, penghianatan seolah-olah betulan ditusuk dari belakang. Elea menghabiskan waktunya bertahun-tahun di rumah sakit. Namun secepat itu Rinaldi 'memaafkan' Alika. Apa tidak ada wanita lain yang bisa dia jadikan pelampiasan. Hah! b*****h konyol. Elea hampir saja kehilangan nyawanya demi berebut Rinaldi. Ternyata yang diperebutkan cuma sampah! Sadar akan tatapan mata itu, akhirnya mereka melepas tangan yang tadi saling menggenggam. “Si

