Nikahkan Saja Dia

1714 Kata

“Aku tidak percaya, La. Apa salahku? Hah?!” Windy menatap Farfalla dengan mata yang berkaca-kaca. Ia sama sekali tidak mengerti dengan yang Windy ucapkan. Selama mereka berteman, Farfalla tidak pernah menyakiti Windy, dia berusaha melakukan yang terbaik untuk gadis itu karena ia menganggap hanya Windy lah yang tulus kepadanya. “Maksud kamu apa, Win?” tanya Farfalla tidak mengerti. “Jangan sok tidak mengerti kamu. Pantas saja sejak malam itu, mama melarang aku untuk berteman dengan mu. Aku baru tau sekarang kalau ini alasannya.” Windy melempar beberapa lembar foto yang telah ia cetak ke wajah Farfalla. Lembaran foto itu berjatuhan ke lantai. Farfalla mengambilnya dengan cepat sebelum teman satu kelas mereka masuk ke dalam dan melihat perkelahian mereka. “Apa ini?” tanya Farfalla masih

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN