Kamu memintaku untuk percaya, tetapi kamu juga yang membuat kepercayaanku hilang padamu **** Kayla membaca pesan yang dikirimkan oleh Raka, dia mengerutkan dahi saat membacanya. Kenapa Raka tidak menelfonnya saja? Kenapa harus melalui pesan? Ah, sekarang dia tak bisa berpikir jernih. Dia mencoba menelfon Raka, namun tak diangkat. Membaca pesan dari Raka bukannya membuat dia tenang tetapi justru membuatnya khawatir. Kini dia jadi membandingkan kehidupannya sebelum menikah, rupanya kehidupan pernikahan tak seenak yang dia pikirkan. Ketika salah satunya hanya berjuang? Bagaimana dengan yang lain? Suara ketukan pintu membuat Kayla menghela nafas panjang. Sebenarnya dia sedang tak ingin diganggu, tetapi mau gimana lagi? Sepertinya tamu di luar tahu bahwa pemilik rumah memang ada di dalam

