Saudara

980 Kata

Pemakaman Nita sudah selesai dilaksanakan dan orang-orang yang ikut mengantarkan jenazah ke pemakaman sudah mulai pulang satu persatu. Cuaca juga agak mendung membuat orang-orang buru-buru pulang karena takut keburu turun hujan. Dan sekarang, hanya tinggal Leon dan Alfian saja yang masih setia di sisi tanah makam Nita yang masih basah. Leon berjongkok di samping makam Nita dengan tangan memegang nisan kayu yang tertancap. Dia tidak menangis, namun matanya berkaca-kaca. Leon sudah ikhlas melepas kepergian sang ibu, walau kadang hatinya masih merasa keberatan. "Leon, sebentar lagi turun hujan. Sebaiknya kamu segera pulang," ucap Alfian pada Leon. Dia berdiri beberapa langkah di belakang Leon dan memperhatikan adiknya tersebut yang masih berkabung. Leon tak membalas, namun dia langsung ber

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN